1 Pengenalan Bahasa Inggris: Sejarah, dialek, dan peran bahasa Inggris dalam konteks global



 1.     Sejarah Bahasa Inggris:

a. Old English (450-1100 M): Bahasa Inggris berasal dari bahasa Jermanik yang dibawa oleh suku Anglo-Saxon ke Britania Raya.

b. Middle English (1100-1500 M): Perubahan signifikan dalam bahasa Inggris karena pengaruh bahasa Prancis Normandia setelah invasi Norman pada tahun 1066.

c. Early Modern English (1500-1800 M): Peningkatan kosakata dan tata bahasa yang lebih konsisten, termasuk efek dari Renaisans dan penyebaran agama Protestan.

d. Late Modern English (1800-sekarang): Pengaruh dari Revolusi Industri, imperialisme Britania, dan globalisasi yang menyebabkan penyebaran bahasa Inggris ke seluruh dunia.

2.     Dialek Bahasa Inggris:

a. British English: Dialek yang digunakan di Inggris dan merupakan standar bahasa Inggris. Contoh variasi: Received Pronunciation, Cockney, dan Northern English.

b. American English: Dialek yang digunakan di Amerika Serikat dengan beberapa perbedaan dalam tata bahasa, pengucapan, dan kosakata. Contoh variasi: General American, Southern American, dan African American Vernacular English.

c. Australian English: Dialek yang digunakan di Australia, dengan pengaruh dari bahasa Inggris Britania dan kosakata khas Australia.

d. Canadian English: Dialek yang digunakan di Kanada, dengan pengaruh dari bahasa Inggris Amerika dan Britania serta kosakata khas Kanada.

e. Indian English: Dialek yang digunakan di India, dengan pengaruh dari bahasa Inggris Britania, kosakata lokal, dan pengucapan yang berbeda.

f. Bahasa Inggris di negara-negara lain: Penggunaan bahasa Inggris di berbagai negara dengan adaptasi lokal dan variasi dialek.

3.     Peran Bahasa Inggris dalam Konteks Global:

a. Lingua franca: Bahasa Inggris menjadi bahasa penghubung antara penutur dari berbagai bahasa dan negara.

b. Pendidikan: Bahasa Inggris menjadi bahasa pengantar dalam banyak institusi pendidikan dan sumber pengetahuan (seperti jurnal ilmiah, buku, dan kursus online).

c. Bisnis dan ekonomi: Bahasa Inggris menjadi bahasa komunikasi internasional dalam perdagangan, perbankan, dan investasi.

d. Teknologi dan internet: Bahasa Inggris menjadi bahasa dominan dalam pengembangan teknologi, perangkat lunak, dan konten internet.

e. Politik dan diplomasi: Bahasa Inggris digunakan sebagai bahasa komunikasi dalam organisasi internasional, pertemuan diplomatik, dan perjanjian.

f. Budaya populer: Bahasa Inggris menjadi bahasa utama dalam film, musik, dan sastra yang berdampak pada budaya global.

Materi ini memberikan gambaran umum tentang bahasa Inggris, asal-usulnya, dan bagaimana bahasa ini telah berkembang sepanjang sejarah. Mengerti sejarah, dialek, dan peran bahasa Inggris dalam konteks global akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya mempelajari bahasa ini dan bagaimana hal ini dapat membantu mahasiswa dalam berbagai aspek kehidupan.

Setelah mengenalkan sejarah, dialek, dan peran bahasa Inggris dalam konteks global, Anda dapat melanjutkan dengan materi pengenalan bahasa Inggris berikut ini:

1.     Sistem Alfabet:

a. Huruf-huruf dalam alfabet Inggris sama dengan alfabet dalam bahasa indonesia.

b. Pengucapan huruf:

Berikut adalah cara mengucapkan setiap huruf dalam bahasa Inggris dalam alfabet fonetik internasional (IPA) dan ejaan fonetik yang lebih mudah diucapkan:

  1. A - /eɪ/ - "ay"
  2. B - /biː/ - "bee"
  3. C - /siː/ - "see"
  4. D - /diː/ - "dee"
  5. E - /iː/ - "ee"
  6. F - /ɛf/ - "ef"
  7. G - /ʤiː/ - "jee"
  8. H - /eɪʧ/ - "aych"
  9. I - /aɪ/ - "eye"
  10. J - /ʤeɪ/ - "jay"
  11. K - /keɪ/ - "kay"
  12. L - /ɛl/ - "el"
  13. M - /ɛm/ - "em"
  14. N - /ɛn/ - "en"
  15. O - /oʊ/ - "oh"
  16. P - /piː/ - "pee"
  17. Q - /kjuː/ - "cue" atau "queue"
  18. R - /ɑr/ - "ar"
  19. S - /ɛs/ - "es"
  20. T - /tiː/ - "tee"
  21. U - /juː/ - "you"
  22. V - /viː/ - "vee"
  23. W - /ˈdʌbəl.juː/ - "double-u"
  24. X - /ɛks/ - "eks"
  25. Y - /waɪ/ - "wy" atau "why"
  26. Z - /ziː/ (Amerika) atau /zɛd/ (Britania) - "zee" (Amerika) atau "zed" (Britania)

c. Konsonan dan vokal: Penjelasan tentang perbedaan antara konsonan dan vokal.

Dalam bahasa Inggris, huruf-huruf yang digunakan untuk mengeja kata-kata dibagi menjadi dua kelompok utama: konsonan dan vokal. Berikut penjelasan tentang perbedaan antara konsonan dan vokal dalam bahasa Inggris:

1.     Vokal: Vokal adalah suara yang dihasilkan ketika udara dari paru-paru keluar melalui rongga mulut tanpa adanya hambatan atau hambatan yang minimal. Dalam bahasa Inggris, terdapat lima huruf vokal: A, E, I, O, dan U. Vokal sering muncul di tengah suku kata dan merupakan elemen penting dalam pembentukan suku kata. Vokal memiliki variasi dalam pengucapannya, tergantung pada aksen dan dialek.

Contoh penggunaan vokal dalam kata-kata:

  • A: cat, apple, rain
  • E: bed, tree, elephant
  • I: sit, bike, light
  • O: dog, boat, phone
  • U: sun, tube, fruit

2.     Konsonan: Konsonan adalah suara yang dihasilkan ketika udara dari paru-paru keluar melalui rongga mulut dan mengalami hambatan atau penghentian sebagian oleh organ-organ artikulasi, seperti lidah, bibir, atau gigi. Dalam bahasa Inggris, ada 21 huruf konsonan: B, C, D, F, G, H, J, K, L, M, N, P, Q, R, S, T, V, W, X, Y, dan Z. Konsonan biasanya ditemukan di awal atau akhir suku kata dan bekerja sama dengan vokal untuk membentuk suku kata dan kata-kata.

Contoh penggunaan konsonan dalam kata-kata:

  • B: bat, rabbit, cab
  • C: cat, circle, ice
  • D: dog, ladder, red
  • F: fish, office, leaf
  • G: goat, egg, log
  • H: hat, ahead, fish
  • J: jam, adjust, edge
  • K: kite, make, book
  • L: lamp, balloon, hill
  • M: moon, summer, gym
  • N: nose, running, sun
  • P: pig, apple, top
  • Q: queen, quite, quit
  • R: rabbit, carry, door
  • S: sun, dress, rice
  • T: table, little, hat
  • V: van, move, give
  • W: water, away, cow
  • X: box, ax, x-ray
  • Y: yellow, yes, joy
  • Z: zebra, buzz, jazz

Dalam sintesis, perbedaan utama antara konsonan dan vokal dalam bahasa Inggris adalah bagaimana suara dihasilkan saat berbicara. Vokal dihasilkan dengan aliran udara yang bebas dari hambatan, sedangkan konsonan melibatkan hambatan atau penghentian sebagian aliran udara.

3.     Sistem Pengucapan:

a.      Fonem: Suara dasar dalam bahasa Inggris dan bagaimana mereka diucapkan.

Fonem adalah unit suara terkecil dalam bahasa yang mampu membedakan arti kata. Dalam bahasa Inggris, terdapat sekitar 44 fonem, yang mencakup vokal dan konsonan. Berikut beberapa fonem dasar dalam bahasa Inggris dan cara pengucapannya:

1.     Vokal murni (pure vowels) atau monophthongs: a. /ɪ/ - seperti "i" dalam "bit" b. /iː/ - seperti "ee" dalam "beet" c. /ɛ/ - seperti "e" dalam "bet" d. /æ/ - seperti "a" dalam "bat" e. /ʌ/ - seperti "u" dalam "cut" f. /ə/ - seperti "a" dalam "sofa" (schwa, vokal netral) g. /ɑː/ - seperti "ar" dalam "car" (dalam aksen non-rotik) h. /ɔː/ - seperti "aw" dalam "law" i. /uː/ - seperti "oo" dalam "boot" j. /ʊ/ - seperti "oo" dalam "foot"

2.     Vokal bergabung (diphthongs): a. /aɪ/ - seperti "i" dalam "ride" b. /aʊ/ - seperti "ow" dalam "cow" c. /eɪ/ - seperti "a" dalam "late" d. /əʊ/ atau /oʊ/ - seperti "o" dalam "go" e. /ɪə/ - seperti "ea" dalam "hear" (dalam aksen non-rotik) f. /eə/ - seperti "air" dalam "hair" (dalam aksen non-rotik) g. /ʊə/ - seperti "oor" dalam "poor" (dalam aksen non-rotik) h. /ɔɪ/ - seperti "oy" dalam "boy"

3.     Konsonan: a. /b/ - seperti "b" dalam "bat" b. /d/ - seperti "d" dalam "dog" c. /f/ - seperti "f" dalam "fan" d. /g/ - seperti "g" dalam "goat" e. /h/ - seperti "h" dalam "hat" f. /j/ - seperti "y" dalam "yes" g. /k/ - seperti "k" dalam "kite" h. /l/ - seperti "l" dalam "lamp" i. /m/ - seperti "m" dalam "moon" j. /n/ - seperti "n" dalam "nose" k. /ŋ/ - seperti "ng" dalam "sing" l. /p/ - seperti "p" dalam "pig" m. /r/ - seperti "r" dalam "rabbit" n. /s/ - seperti "s" dalam "sun" o. /ʃ/ - seperti "sh" dalam "shoe" p. /t/ - seperti "t" dalam "table" q. /tʃ/ - seperti "ch" dalam "chair" r. /θ/ - seperti "th" dalam "think" s. /ð/ - seperti "th" dalam "that" t. /v/ - seperti "v" dalam "van" u. /w/ - seperti "w" dalam "water" v. /x/ - seperti "ch" dalam kata bahasa Skotlandia "loch" w. /z/ - seperti "z" dalam "zebra" x. /ʒ/ - seperti "s" dalam "treasure" y. /dʒ/ - seperti "j" dalam "jam"

b.     Pelafalan konsonan dan vokal

Mengucapkan konsonan dan vokal dalam bahasa Inggris melibatkan teknik yang berbeda. Berikut cara mengucapkan konsonan dan vokal dalam bahasa Inggris:

  1. Vokal: Mengucapkan vokal melibatkan aliran udara yang bebas dari hambatan atau hambatan yang minimal. Fokus pada posisi lidah, bibir, dan rahang saat mengucapkan vokal. Berikut cara mengucapkan vokal dasar dalam bahasa Inggris:
  • A: Buka mulut sedikit dan posisikan lidah di bagian bawah rongga mulut.
  • E: Senyum lebar dan posisikan lidah di bagian bawah rongga mulut.
  • I: Senyum lebar dan posisikan lidah di bagian tengah rongga mulut.
  • O: Bulatkan bibir dan posisikan lidah di bagian bawah rongga mulut.
  • U: Bulatkan bibir dan posisikan lidah di bagian belakang rongga mulut.
  1. Konsonan: Mengucapkan konsonan melibatkan hambatan atau penghentian sebagian aliran udara. Fokus pada posisi lidah, bibir, gigi, dan rahang saat mengucapkan konsonan. Berikut cara mengucapkan beberapa konsonan dalam bahasa Inggris:
  • B: Tempatkan bibir atas dan bawah bersama, letakkan ujung lidah di belakang gigi bawah, dan melepaskan bibir dengan cepat saat mengeluarkan suara.
  • D: Tempatkan ujung lidah di belakang gigi atas, dan melepaskan lidah dengan cepat saat mengeluarkan suara.
  • F: Gigit bibir bawah dengan gigi atas dan hembuskan udara melalui celah sempit.
  • G: Tempatkan pangkal lidah di langit-langit lunak (velum) di belakang mulut dan melepaskan lidah dengan cepat saat mengeluarkan suara.
  • K: Tempatkan pangkal lidah di langit-langit lunak (velum) dan melepaskan lidah dengan cepat saat mengeluarkan suara.
  • M: Tempatkan bibir bersama, dan biarkan udara keluar melalui hidung.
  • N: Tempatkan ujung lidah di belakang gigi atas, dan biarkan udara keluar melalui hidung.
  • P: Tempatkan bibir atas dan bawah bersama, dan melepaskan bibir dengan cepat saat mengeluarkan suara.
  • S: Tempatkan ujung lidah di dekat gigi atas dan hembuskan udara melalui celah sempit.
  • T: Tempatkan ujung lidah di belakang gigi atas, dan melepaskan lidah dengan cepat saat mengeluarkan suara.
  • V: Tempatkan gigi atas pada bibir bawah dan hembuskan udara melalui celah sempit.
  • W: Bulatkan bibir dan geser ke posisi yang lebih rileks saat mengeluarkan suara.
  • Y: Tempatkan ujung lidah di belakang gigi atas dan mengeluarkan suara dengan lidah yang tetap di posisi itu.
  • Z: Tempatkan ujung lidah di dekat gigi atas, dan hembuskan udara melalui celah sempit sambil menghasilkan getaran suara.
  • H: Buka mulut sedikit, hembuskan udara melalui tenggorokan tanpa menghasilkan getaran suara.
  • L: Tempatkan ujung lidah di belakang gigi atas, dan alirkan udara melalui sisi mulut saat mengeluarkan suara.
  • R: Tempatkan ujung lidah di dekat langit-langit mulut (tidak menyentuh) dan hembuskan udara melalui tenggorokan sambil menghasilkan getaran suara (untuk aksen Amerika). Untuk aksen Inggris, biarkan ujung lidah agak melengkung di belakang gigi atas (tanpa menyentuh) saat mengeluarkan suara.

Praktek konsisten sangat penting dalam menguasai pengucapan konsonan dan vokal dalam bahasa Inggris

c.      Intonasi: Pola naik-turun nada dalam kalimat, termasuk perbedaan antara pertanyaan, pernyataan, dan perintah.

Pola naik-turun nada dalam kalimat bahasa Inggris sangat penting untuk memahami dan menyampaikan makna serta mengekspresikan emosi. Nada suara bisa berubah tergantung pada tipe kalimat, seperti pernyataan, pertanyaan, atau perintah. Berikut beberapa pola naik-turun nada dasar dalam bahasa Inggris:

  1. Pernyataan (statements): Biasanya, nada suara untuk pernyataan menurun di akhir kalimat. Penurunan nada ini menunjukkan bahwa informasi telah selesai disampaikan dan tidak ada informasi tambahan yang diharapkan.

Contoh: "I have a meeting at 2 PM." (Saya memiliki pertemuan jam 2 siang.)

  1. Pertanyaan (questions):

a. Pertanyaan informasi (wh-questions): Pertanyaan yang dimulai dengan kata tanya seperti who, what, where, when, why, atau how biasanya memiliki pola nada yang menurun di akhir kalimat, mirip dengan pernyataan.

Contoh: "What time is the meeting?" (Jam berapa pertemuannya?)

b. Pertanyaan ya/tidak (yes/no questions): Pertanyaan yang dapat dijawab dengan "yes" atau "no" biasanya memiliki pola nada yang naik di akhir kalimat. Pola ini menunjukkan bahwa penanya sedang mencari informasi atau konfirmasi.

Contoh: "Are you coming to the meeting?" (Apakah kamu akan datang ke pertemuan itu?)

  1. Perintah (commands) atau permintaan (requests): Perintah atau permintaan biasanya diucapkan dengan nada yang menurun di akhir kalimat. Namun, jika perintah atau permintaan tersebut bersifat sopan atau minta bantuan, nada suara mungkin naik di akhir kalimat untuk menunjukkan ketidakpastian atau keinginan untuk mendapatkan persetujuan.

Contoh perintah: "Close the door." (Tutup pintunya.) Contoh permintaan sopan: "Could you close the door, please?" (Bisakah kamu menutup pintunya, tolong?)

Penting untuk melatih siswa dalam mengenali dan menggunakan pola naik-turun nada yang sesuai dalam bahasa Inggris. Hal ini akan membantu mereka untuk lebih efektif dalam berkomunikasi, baik dalam menyampaikan informasi maupun memahami maksud pembicaraan orang lain. Praktik mendengarkan dan berbicara dalam berbagai situasi akan membantu siswa menguasai pola naik-turun nada dalam bahasa Inggris.

Posting Komentar untuk "1 Pengenalan Bahasa Inggris: Sejarah, dialek, dan peran bahasa Inggris dalam konteks global"